Memeluk yang Terpinggirkan: Komitmen BAZNAS RI dan SLBN Cicendo Muliakan Hak Ibadah Tuli Lewat ToT Al-Qur’an Isyarat

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung , Bandung 24.web.id  || Komitmen menghadirkan akses ibadah yang adil dan setara bagi seluruh masyarakat kembali ditegaskan oleh BAZNAS RI bersama DKM Nurul Ilmi SLBN Cicendo melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Al-Qur’an Isyarat. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan Al-Qur’an kepada penyandang disabilitas rungu, agar mereka dapat memahami, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui bahasa isyarat secara tepat.

Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Joan Nurhalim dari RQI (Rumah Qur’an Isyarat) sekaligus perwakilan LPMQ, menyampaikan materi dengan pendekatan tematik, praktis, dan mudah dipahami. Dalam pemaparannya, Ustadz Joan menekankan bahwa Al-Qur’an adalah kitab untuk semua umat, tanpa kecuali, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran.

“Bahasa isyarat bukan penghalang untuk memahami Al-Qur’an. Ia justru menjadi jembatan agar saudara-saudara tuli dapat menikmati keindahan wahyu Allah secara utuh,” tutur Ustadz Joan di hadapan peserta.

Peran Strategis Fasilitator Lokal

Kegiatan ini melibatkan para fasilitator yang selama ini bersentuhan langsung dengan komunitas pendidikan disabilitas di Jawa Barat. Mereka menjadi ujung tombak keberlanjutan program pembelajaran Al-Qur’an isyarat di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Tiga fasilitator dalam kegiatan ini antara lain:

1. Subhan Permana Shidiq (SLBN Cicendo) — Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung

2. Lilis Ajizah, A.Md TW, S.Pd (SLBN Cicendo) — Kecamatan Regol, Kota Bandung

3. Cecep Ghozali Rahmatulloh (Yayasan Adh-Dhiya) Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat

Ketiganya merupakan alumni ToT di Nagreg, Kabupaten Bandung, yang dinilai memiliki kompetensi dan dedikasi dalam pengembangan pendidikan berbasis inklusi.

Dukungan BAZNAS Jawa Barat

Kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan penuh dari BAZNAS Provinsi Jawa Barat, yang diwakili sekaligus melakukan monitoring langsung oleh Ibu Tiana Awalia Khaerani. Kehadirannya menjadi bukti keseriusan BAZNAS dalam memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sasaran.

Dalam keterangannya, Ibu Tiana menyampaikan bahwa ToT Al-Qur’an Isyarat adalah bentuk ikhtiar zakat yang berdampak jangka panjang.

“Zakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga memastikan hak-hak dasar, termasuk hak beribadah, dapat dirasakan oleh semua kalangan, terutama saudara-saudara kita difabel,” tegasnya.

Menyiapkan Generasi Dai Isyarat

Melalui ToT ini, para peserta dibekali pemahaman metodologi Al-Qur’an isyarat, teknik penyampaian materi kepada tunarungu, serta praktik langsung membaca dan menerjemahkan ayat-ayat suci ke dalam bahasa isyarat. Diharapkan, para fasilitator dapat menjadi dai isyarat di wilayah masing-masing dan membangun komunitas Qur’ani inklusif yang berkelanjutan.

BAZNAS RI dan DKM Nurul Ilmi SLBN Cicendo menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari gerakan besar memuliakan Al-Qur’an melalui layanan keumatan yang inklusif dan berkeadilan.
Red * Kusmawan *

Berita Terkait

Disuruh Polisi Nangkap Maling Malah Jadi Tersangka, Ratusan Masyarakat Akan Demo Minta Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim Dicopot
Lapas Binjai Raih Peringkat II Penilaian Ombudsman RI 2025, Kalapas Wawan Irawan Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima
Pers sebagai Sosial Kontrol, Kesbangpol KBB Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi
Bangun Empati dan Kepedulian, PWPA Kartini Turun Langsung Edukasi Anti Bullying di Sekolah Dasar
Jika Aparat Kalah oleh Tekanan Massa, Pajri: Maka Negara Kalah oleh Bandar Narkoba
Bandung bjb Tandamata Umumkan Skuad Proliga 2026
Wartawan Menanam Harapan: SWI Dorong Program Nabung Pisang dan Nabung Ayam untuk Rakyat Desa
Kritik Pedas AWIBB Jabar: “Dinas Pendidikan Seakan Tutup Mata Atas Oknum Guru Tersangka

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:07 WIB

Disuruh Polisi Nangkap Maling Malah Jadi Tersangka, Ratusan Masyarakat Akan Demo Minta Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim Dicopot

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:12 WIB

Lapas Binjai Raih Peringkat II Penilaian Ombudsman RI 2025, Kalapas Wawan Irawan Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima

Senin, 9 Februari 2026 - 07:34 WIB

Pers sebagai Sosial Kontrol, Kesbangpol KBB Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:59 WIB

Bangun Empati dan Kepedulian, PWPA Kartini Turun Langsung Edukasi Anti Bullying di Sekolah Dasar

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:09 WIB

Jika Aparat Kalah oleh Tekanan Massa, Pajri: Maka Negara Kalah oleh Bandar Narkoba

Senin, 1 Desember 2025 - 20:14 WIB

Wartawan Menanam Harapan: SWI Dorong Program Nabung Pisang dan Nabung Ayam untuk Rakyat Desa

Senin, 1 Desember 2025 - 15:47 WIB

Memeluk yang Terpinggirkan: Komitmen BAZNAS RI dan SLBN Cicendo Muliakan Hak Ibadah Tuli Lewat ToT Al-Qur’an Isyarat

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:30 WIB

Kritik Pedas AWIBB Jabar: “Dinas Pendidikan Seakan Tutup Mata Atas Oknum Guru Tersangka

Berita Terbaru