Bandung , Bandung 24.web.id || Komitmen menghadirkan akses ibadah yang adil dan setara bagi seluruh masyarakat kembali ditegaskan oleh BAZNAS RI bersama DKM Nurul Ilmi SLBN Cicendo melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Al-Qur’an Isyarat. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan Al-Qur’an kepada penyandang disabilitas rungu, agar mereka dapat memahami, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui bahasa isyarat secara tepat.

Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Joan Nurhalim dari RQI (Rumah Qur’an Isyarat) sekaligus perwakilan LPMQ, menyampaikan materi dengan pendekatan tematik, praktis, dan mudah dipahami. Dalam pemaparannya, Ustadz Joan menekankan bahwa Al-Qur’an adalah kitab untuk semua umat, tanpa kecuali, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran.
“Bahasa isyarat bukan penghalang untuk memahami Al-Qur’an. Ia justru menjadi jembatan agar saudara-saudara tuli dapat menikmati keindahan wahyu Allah secara utuh,” tutur Ustadz Joan di hadapan peserta.
Peran Strategis Fasilitator Lokal
Kegiatan ini melibatkan para fasilitator yang selama ini bersentuhan langsung dengan komunitas pendidikan disabilitas di Jawa Barat. Mereka menjadi ujung tombak keberlanjutan program pembelajaran Al-Qur’an isyarat di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Tiga fasilitator dalam kegiatan ini antara lain:
1. Subhan Permana Shidiq (SLBN Cicendo) — Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung
2. Lilis Ajizah, A.Md TW, S.Pd (SLBN Cicendo) — Kecamatan Regol, Kota Bandung
3. Cecep Ghozali Rahmatulloh (Yayasan Adh-Dhiya) Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat
Ketiganya merupakan alumni ToT di Nagreg, Kabupaten Bandung, yang dinilai memiliki kompetensi dan dedikasi dalam pengembangan pendidikan berbasis inklusi.

Dukungan BAZNAS Jawa Barat
Kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan penuh dari BAZNAS Provinsi Jawa Barat, yang diwakili sekaligus melakukan monitoring langsung oleh Ibu Tiana Awalia Khaerani. Kehadirannya menjadi bukti keseriusan BAZNAS dalam memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sasaran.
Dalam keterangannya, Ibu Tiana menyampaikan bahwa ToT Al-Qur’an Isyarat adalah bentuk ikhtiar zakat yang berdampak jangka panjang.
“Zakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga memastikan hak-hak dasar, termasuk hak beribadah, dapat dirasakan oleh semua kalangan, terutama saudara-saudara kita difabel,” tegasnya.
Menyiapkan Generasi Dai Isyarat
Melalui ToT ini, para peserta dibekali pemahaman metodologi Al-Qur’an isyarat, teknik penyampaian materi kepada tunarungu, serta praktik langsung membaca dan menerjemahkan ayat-ayat suci ke dalam bahasa isyarat. Diharapkan, para fasilitator dapat menjadi dai isyarat di wilayah masing-masing dan membangun komunitas Qur’ani inklusif yang berkelanjutan.
BAZNAS RI dan DKM Nurul Ilmi SLBN Cicendo menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari gerakan besar memuliakan Al-Qur’an melalui layanan keumatan yang inklusif dan berkeadilan.
Red * Kusmawan *



